30 Cara Mengekspresikan Cinta

Artikel, Pernikahan

Cinta dan mengungkapkan cinta adalah dua hal yang berbeda. Kehidupan kita hari ini krisis (ungkapan cinta) dan ini yang saya temui saat menghadapi permasalahan rumah tangga.

Para Ayah dan Ibu cinta anak-anak mereka, tapi miskin dalam (mengungkapkan cinta kepada mereka), begitu juga suami-istri sedikit yang mengungkapkan cinta kepada pasangannya, bahkan pada sebagian teman-teman (ekspresi cinta) hampir tak pernah dilakukan.

Gambar terkait

Saya bertanya kepada beberapa orang yang telah menikah, bagaimana kalian mengungkapkan cinta kalian, mereka menjawab 30 cara (untuk mengungkapkan cinta). Saya paparkan untuk pembaca dalam artikel ini. Adapun jawaban para lelaki/suami sebagai berikut:

Ketika dia sayang padaku, patuh padaku, melaksanakan perintahku, berbagi bicara denganku, jika aku datang ke rumah dalam kondisi lelah dia memijat tubuhku, percaya apa yang aku katakan tanpa ragu, berhias dan memakai wewangian untukku, ikut bermusyawarah di depan keluargaku, tidak berlebihan dalam mengatur rumahku, memuji dan menghargai apa yang aku lakukan untuknya, tidak bicara macam-macam untuk meraih orang tuaku, membuat sendiri makanan untukku, membawa fotoku di dalam tasnya, menulis pesan di ponsel, aku merasa aman saat aku tak ada di rumah, dan terakhir mengingatkanku untuk membaca shalawat dan membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat.

Ketika saya tanya para wanita dengan pertanyaan yang sama, jawaban mereka adalah: Ketika dia menghormati dan menghargaiku serta menyediakan kebutuhan rumah, dia membuatku merasa bahwa aku istri tercantik dan terbaik yang Allah hadiahkan kepadanya, menghormati keputusanku di rumah, aku merasa dicemburui dan selalu dijaga, mengatakan kata-kata emosional, seperti cintaku dan hidupku, dan jika ia melihat barang yang aku kagumi di pasar ia membelinya untukku, mengajakku makan siang atau makan malam di luar rumah, dan jika melihatku sedih dia berusaha mengubah jiwaku, tidak membandingkan diriku dengan wanita lain, mengkhususkan satu hari tiap pekan untukku dan duduk denganku untuk berbicara tentang masa depan anak-anak, duduk di sebelahku untuk menonton televisi, menyimakku dengan baik dan tidak memotongnya, dan wanita terakhir berkata: Aku tahu bahwa suamiku mencintaiku ketika dia membuatku kesal dan menyakitiku, seperti inilah ia mengekspresikan cintanya.

Inilah sebagian cara mengekspresikan cinta. Inilah yang memberikan rasa dan aroma kehidupan, seperti dikatakan “Hidup itu seperti kopi, kenikmatannya ada pada rasa pahitnya,” yang meringankan kita dari derita dan pahitnya kehidupan adalah (ungkapan cinta).

Karena itu, Nabi ﷺ mengungkapkan cintanya saat ditanya oleh ‘Amr bin ‘Ash ra, “Siapa orang yang paling engkau cintai? Beliau menjawab, “Aisyah ra.”

Rasulullah ﷺ mengungkapkan kepada para sahabat tentang cintanya terhadap istrinya di luar rumah, lantas bagaimana cinta beliau di dalam rumahnya bersama istrinya !!

Sahabat lain berkata kepada Nabi di majelisnya, “Aku mencintai si Fulan” dan ia menunjuk kepada orang yang lewat di hadapan mereka di majelis. Rasulullah bertanya, “Tidakkah kamu menyampaikannya?” Lalu temannya berdiri untuk menyampaikan bahwa ia mencintainya. Nabi ﷺ disini ingin menebarkan cinta dan mengarahkan para sahabat untuk (mengungkapkan cinta).

Cinta itu penting dan yang lebih penting lagi (mengungkapkan cinta). Ia adalah bahasa dunia yang tak terbatas pada dunia manusia, tapi juga dunia hewan dan tumbuhan pun mengungkapkan cintanya namun dengan caranya sendiri.

Cinta adalah rezeki yang turun dari langit. Rasululullah ﷺ bertutur tentang Khadijah ra, “Sungguh aku telah diberi rezeki cintanya.”

Kita perhatikan, sebagian orang rela membayar jutaan agar dicintai manusia, namun tetap dibenci. Sebagian lagi tanpa membayar satu dinar pun, hati manusia condong padanya dan mencintainya (karena ruh-ruh itu bagaikan tentara yang tersusun).

(Mengungkapkan cinta) selain bermanfaat secara sosial juga bermanfaat secara kesehatan. Cinta menjadikanmu tertawa dan selalu tersenyum serta memberikanmu energi positif. Cinta adalah cara terbaik untuk mengatasi ketegangan, konflik, dan rasa sakit baik mental dan fisik. Setiap kali manusia merasa dicintai orang sekelilingnya maka itu berdampak positif pada sistem kekebalan tubuh dan kelenjar endokrin dan pembuluh darah. Menurut banyak penelitian, cinta bisa memperpanjang hidup, bahkan beberapa pasien kanker telah pulih lebih cepat ketika mereka memiliki hubungan sosial yang mencintai mereka atau orang sekitarnya mengekspresikan cinta untuk mereka.

Maka hendaklah kita memperbanyak (mengungkapkan cinta) untuk orang dekat dan jauh, teman dan kekasih, orang tua dan anak kecil. Karena kehidupan perasaan yang indah itu lebih indah dari kehidupan angka-angka dimana kita hidup.

Kita berusaha untuk tidak mengungkapkan cinta kita dengan cara yang buruk, seperti seorang ayah yang di tanya anaknya, “Ayah, benar bahwa cinta itu buta?” lalu si ayah menjawab, “Lihatlah ibumu nanti kamu tahu jawabannya.” Ini adalah ungkapan yang salah bahkan merusak secara pendidikan.

Terakhir, saya katakan “Miskin orang yang tak pernah merasakan (cinta) dan lebih miskin lagi yang tak tahu (mengekspresikan cinta).

Oleh: Dr. Jasim Muhammad Al-Muthawwa’ (Pakar dan Konsultan Keluarga di Timur Tengah)
Diterjemahkan oleh: Ustadz Ahmad Fadhail Hosni, Lc., M.H. (Pengajar Aktif Pesantren Griya Madani Indonesia)

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan