Riyadhus Shalihin “Larangan Berbuat Aniaya” (Ust. Achmad Sukron)

Artikel

Hadist ke 15 dari bab larangan berbuat aniaya ini sungguh sangat menakjubkan. Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu qotadah bin Rib’i ,Rosulullah pernah mengatakan “Bahwa sebaik-sebaik amal adalah jihad dan iman. Apabila terbunuh maka dosa-dosanya akan diampuni selama tabah, hanya mengharap ridho Allah dan bersemangat kecuali hutang”. Dari hadist ini jelas bahwa jihad dan iman adalah perkara yang sungguh agung. Saking agungnya ketika ada panggilan jihad, maka seorang mukmin harus segera memenuhi panggilan tersebut. ada kisah luar biasa dari sahabat Anas Bin Nadhor. Saat ia masa keindahan sebagai pengantin baru, esok hari menjelang subuh ada panggilan jihad. Sebagai seorang mukmin ia bergegas pergi tanpa melakukan mandi besar. Dengan izin Allah ia syahid dan mendapat sekitar 80 sayatan pedang hingga ia tidak dikenali. Akan tetapi luar biasanya disekitar jenazahnya terdapat genangan air yang itu adalah air yang digunakan malaikat untuk memandikannya.selain membahas begitu agungnya jihad, dalam hadist ini dikatakan bahwa salah satu penghambat diampuninya dosa seorang syahid adalah hutang. Dari sini bisa diambil pelajaran tentang pentingnya hutang yang akhir-akhir ini seolah disepelekan banyak orang. hutang yang tidak dilunasi padahal ia mampu ini adalah sebuah kedzoliman. Saking pentingnya masalah ini ketika seorang meninggal dunia masih meninggalkan kewajiban atau hutang kepada orang lain, maka ahli warisnya wajib melunasi.

Masih dalam bab larangan berbuat dzalim, dihadist ke 16 Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist dari abu horoiroh bahwa Rosulullah pernah berpesan “bahwa orang yang bangkrut adalah mereka yang pada hari kiamat kelak membawa pahala sholat, zakat, puasa akan tetapi dia suka mencaci maki, menuduh, memakan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain”. Maka kebaikan-kebaikan yang dia lakukan akan digunakan untuk membayar segala kedholiman yang ia lakukan, ini sebuah peringatan besar bahwa tak boleh sama sekali kita merasa suci yang darinya membuat manusia berbuat dzolim kepada orang lain.

Ada tiga sumber kedzoliman yang harus senantiasa harus diwaspadai, Pertama adalah lisan, fisik, dan memakan harta orang lain. Dihadist ke 17 yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Salamah bahwa kedholiman itu bisa berasal dari kesalahan memberikan solusi, dimana solusi yang diberikan ternyata mendzolimi kebenaran. Rosulullah sudah mengingatkan bahwa beliau hanya manusia biasa yang untuk masalah dunia mungkin ada hal yang tidak beliau kuasai. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa jangan sok bisa atau dalam istilah jawa “ojo dadi raden mas ngabehi”.

Di hadist ke 18 yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Umar mengandung hikmah bahwa pembunuhan itu adalah sebuah peristiwa yang sangat besar ancamannya. Maka dihadist ini Rosulullah berpesan bahwa “Selama kita tidak melakukan pembunuhan terhadap yang diharamkan, manusia akan senantiasa dalam kelapangan dalam beragama”.

Pembahasan tentang larangan berbuat aniaya ini ditutup dengan hadist ke 19 yang diriwayatkan oleh Imam  Bukhari dari Khaulah binti Tsamir. Bahwa kedholiman itu bisa berasal dari menyalahgunakan harta Allah di baitul mal. Salah satu kedholiman disini adalah tidak trasnparan dalam menggunakan harta di baitul mal. Delapan asnaf yang telah ditetapkan sebagai pihak yang berhak menerima harus mendapat porsi yang seimbang dalam pembagiannya.

Tinggalkan Balasan